Sebut saja namaku Riri, seorang wanita yang saat ini berusia
27 tahun dan telah bersuami. Menurut banyak teman, aku adalah seorang perempuan
yang cukup cantik dengan kulit putih bersih.Walaupun demikian, postur tubuhku
sebenarnya terhitung ramping dan kecil. Tinggi badanku hanya 154 cm. Tetapi
meskipun bertubuh ramping, pantatku cukup bulat dan berisi. Sedangkan buah
dadaku yang hanya berukuran 34 juga nampak padat dan serasi dengan bentuk
tubuhku. Aku bekerja sebagai karyawati staf accounting pada sebuah toserba yang
cukup besar di kotaku.
Sehingga aku mengenal
banyak relasi dari para pekerja perusahaan lain yang memasok barang ke toko
tempatku bekerja. Dari sinilah kisah yang akan kupaparkan ini terjadi. Sebagai
seorang istri, aku sebenarnya merupakan tipe istri yang sangat setia pada
suami. Aku selalu berprinsip, tidak ada lelaki lain yang menyentuh hati dan
tubuhku, kecuali suamiku yang sangat kucintai. Dan sebelum kisah ini terjadi,
aku memang selalu dapat menjaga kesetiaanku. Jangankan disentuh, tertarik
dengan lelaki lain pun merupakan pantangan bagiku. Tetapi begitulah, beberapa
bulan terakhir, justru suamiku mempunyai khayalan gila.
Ia seringkali mengatakan padaku, ia selalu terangsang jika
membayangkan diriku bersetubuh dengan lelaki lain. Entahlah, mungkin ia
terpengaruh dengan cerita kawan-kawannya. Atau mungkin juga termakan oleh
bacaan- bacaan seks yang sering dibacanya. Pada awalnya, aku jengkel setiap
kali ia mengatakan hal itu padaku. Namun lama kelamaan, entah kenapa, aku juga
mulai terangsang oleh khayalan- khayalannya. Setiap ia mengatakan dirinya ingin
melihat aku digumuli lelaki lain, tiba- tiba dadaku berdebar-debar. Tanda kalau
aku juga mulai terangsang dengan fantasinya itu.
Bersamaan dengan itu di toko tempatku bekerja, aku semakin
akrab dengan seorang karyawan perusahaan distribusi yang biasa datang memasok
barang. Sebutlah namanya Mas Roni. Ia seorang lelaki berbadan tinggi besar dan
cukup atletis, tingginya lebih dari 180 cm. Sedang usia sekitar 35 tahun.
Sungguh aku tidak pernah mempunyai pikiran atau perasaan tertarik padanya. Pada
awalnya hubunganku, biasa- biasa saja. Keakrabanku sebatas hubungan kerja.
Namun begitulah, Mas Roni yang berstatus duda itu selalu bersikap baik padaku.
Kuakui pula, ia merupakan pria yang simpatik. Ia sangat pandai mengambil hati
orang lain. Begitu perhatiannya pada diriku, Mas Roni seringkali memberikan
hadiah padaku. Misalnya pada saat lebaran dan tahun baru, Mas Roni memberiku
bonus yang cukup besar.
Padahal karyawan lain di tokoku tidak satupun yang
mendapatkannya. Bahkan saat datang ke tokoku, ia kadang bersedia membantu
pekerjaanku. Mas Roni dapat saja melakukan itu sebab ia sangat akrab dengan
bosku. Hingga suatu ketika, sewaktu aku sedang menghitung keuangan bulanan
perusahaan, tiba-tiba Mas Roni muncul di depan meja kerjaku. “ Aduh sibuknya, sampai
nggak lihat ada orang datang, ” sapa Mas Roni klise. “ Eh, sorry Mas, ini baru
ngitung keuangan akhir bulan, ” jawabku. “Jangan terlalu serius, nanti nggak
kelihatan cakepnya lho.. !” Mas Roni masih bergurau. “ Ah, Mas Roni bisa aja,”
aku menjawab pendek sambil tetap berkonsentrasi ke pekerjaanku.
Setelah itu seperti
biasanya, di sela- sela pekerjaanku, aku dan Mas Roni mengobrol dan
bersendau-gurau ke sana kemari. Tidak terasa sudah satu jam aku mengobrol
dengannya. “ Ri, aku mau ngasih hadiah tahun baru, Riri mau terima nggak ?”
tanyanya tiba-tiba. “ Siapa sih yang nggak mau dikasih hadiah. Mau dong, asal
syaratnya hadiahnya yang banyak lho, ” jawabku bergurau. “ Aku juga punya
syarat lho Ri. Hadiah itu akan kuberikan kalau Riri mau memejamkan mata. Mau
nggak ?” tanyanya lagi. “ Serius nih? Oke kalau cuman itu syaratnya aku mau, ”
kataku sambil menejamkan mata. “ Awas jangan buka mata sampai aku memberi
aba-aba.. !” kata Mas Roni lagi. Sambil terpejam, aku penasaran hadiah apa yang
akan diberikannya. Tetapi, ya ampun, pada saat mataku terpejam, tiba-tiba aku
merasakan ada benda yang lunak menyentuh bibirku. Tidak hanya menyentuh, benda
itu juga melumat bibirku dengan halus. Aku langsung tahu, Mas Roni tengah
menciumku. Maka aku langsung membuka mata. Dari sisi meja di hadapanku, Mas
Roni membungkuk dan menciumi diriku. Tetapi anehnya, setelah itu aku tidak
berusaha menghindar. Untuk beberapa lama, Mas Roni masih melumat bibirku. Kalau
mau jujur aku juga ikut menikmatinya. Bahkan beberapa saat secara refleks aku
juga membalas melumat bibir Mas Roni. Sampai kemudian aku sadar, lalu kudorong
dada Mas Roni hingga ia terjengkang ke belakang. “Mas, seharusnya ini nggak
boleh terjadi, ” kataku dengan nada tergetar menahan malu dan sungkan yang
menggumpal di hatiku. Mas Roni terdiam beberapa saat.
HoQbet.com
- agen bola terpercaya, Menyediakan
layanan pembuatan akun sbobet bola dan casino secara online dan mudah.
Pembuatan Akun SBOBET bola
dan Pembuatan akun SBOBET
casino, secara rahasia dan terpercaya.
“ Maaf Ri, mungkin
aku terlalu nekat. Seharusnya aku sadar kamu sudah menjadi milik orang lain.
Tetapi inilah kenyataannya, aku sangat sayang padamu Ri, ” ujarnya dengan lirih
sambil meninggalkanku. Seketika itu aku merasa sangat menyesal. Aku merasa
telah menghianati suamiku. Tetapi uniknya peristiwa semacam itu masih terulang
hingga beberapa kali. Beberapa kali kesempatan Mas Roni berkunjung ke tokoku,
ia selalu memberiku ‘hadiah’ seperti itu. Tentu, itu dilakukannya jika
kawan-kawanku tidak ada yang melihat. Meskipun pada akhirnya aku menolaknya,
namun anehnya, aku tidak pernah marah terhadap tindakan Mas Roni itu. Entahlah,
aku sendiri bingung.
Aku tidak tahu,
apakah ini dikarenakan pengaruh khayalan suamiku yang terangsang jika
membayangkan aku berselingkuh. Ataukah karena aku jatuh cinta pada Mas Roni.
Sekali lagi, aku tidak tahu. Bahkan dari hari ke hari, aku semakin dekat dan
akrab dengan Mas Roni. Hingga pada suatu saat, Mas Roni mengajakku jalan-jalan.
Awalnya aku selalu menolaknya. Aku khawatir kalau kedekatanku dengannya menjadi
penyebab perselingkuhan yang sebenarnya. Tetapi karena ia selalu mendesakku,
akhirnya aku pun menerima ajakkannya. Tetapi aku mengajukan syarat, agar salah
seorang kawan kerjaku juga diajaknya. Dengan mengajak kawan, aku berharap Mas
Roni tidak akan berani melakukan perbuatan yang tidak-tidak. Begitulah, pada
hari Minggu, aku dan Mas Roni akhirnya jadi berangkat jalan-jalan.
Agar suamiku tidak
curiga, aku katakan padanya, hari itu aku ada lemburan hingga sore hari. Selain
aku dan Mas Roni, ikut juga kawan kerjaku, Yani dan pacarnya. Oh ya, berempat
kami mengendarai mobil inventaris perusahaan Mas Roni. Berempat kami
jalan-jalan ke suatu lokawisata pegunungan yang cukup jauh dari kotaku. Kami
sengaja memilih tempat yang jauh dari kotaku, agar tidak mengundang kecurigaan
tetangga, keluarga dan terutama suamiku. Setelah lebih dari satu jam kami
berputar-putar di sekitar lokasi wisata, Mas Roni dan pacar Yani mengajak
istirahat di sebuah losmen. Yani dan pacarnya menyewa satu kamar, dan kedua
orang itu langsung hilang di balik pintu tertutup. Maklum keduanya baru dimabuk
cinta. Aku dengan suamiku waktu pacaran dulu juga begitu, jadi aku maklum saja.
Mas Roni juga menyewa satu kamar di sebelahnya. Aku sebenarnya juga berniat
menyewa kamar sendiri tetapi Mas Roni melarangku. “ Ngapain boros-boros, kalau
sekedar istirahat satu kamar saja.
Tuh, bed- nya ada dua, ” ujarnya. Akhirnya aku mengalah. Aku
numpang di kamar yang disewa Mas Roni. Kami mengobrol tertawa cekikikan
membicarakan Yani dan pacarnya di kamar sebelah. Apalagi, Yani dan pacarnya
seperti sengaja mendesah- desah hingga kedengaran di telinga kami. Sejujurnya
aku deg-degan juga mendengar desahan Yani yang mirip dengan suara orang terengah-engah
itu. Entah kenapa dadaku semakin berdegup kencang ketika aku mendengar desahan
Yani dan membayangkan apa yang sedang mereka lakukan di kamar sebelah. Untuk
beberapa saat, aku dan Mas Roni diam terpaku. Tiba-tiba Mas Roni menarik
tanganku hingga aku terduduk di pangkuan Mas Roni yang saat sedang duduk di
tepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mencium bibirku. Aku
tidak sempat menghindar, bahkan aku juga membiarkan ketika bibir dan kumis Mas
Roni menempel ke bibirku hingga beberapa saat. Dadaku semakin berdegup kencang
ketika kurasakan bibir Mas Roni melumat mulutku. Lidah Mas Roni menelusup ke
celah bibirku dan menggelitik hampir semua rongga mulutku.
Mungkin anda sebagian binggung untuk mencari
lagi dimana dan bagai mana cara nya untuk bergabung dan bermain taruhan bola.
Tidak perlu binggung lagi.kunjungi kami hanya di www.MrSBO.com atau bisa baca di sini ---> cara daftar sbobet bola, untuk taruhan bola , dan Di sini --> cara daftar sbobet casino untuk taruhan casino online.
Ada pun agen Sbobet resmi yang eksis di dunia maya tidak lah semua nya terpercaya, jika anda berselancar di dunia maya dengan bantuan google.co.id sebagai media mencari anda akan menemukan banyak sekali situs-situs yang menyediakan jasa taruhan online SBOBET. Tapi anda harus berhati-hati dalam memilih agen ataruhan online.
Mendapat serangan mendadak itu darahku seperti berdesir,
sementara bulu tengkukku merinding. Namun tiba-tiba timbul kesadaranku.
Kudorong dada Mas Roni supaya ia melepas pelukannya pada diriku. “ Mass, jangan
Mas, ini nggak pantas kita lakukan.. !” kataku terbata-bata. Mas Roni memang
melepas ciumannya di bibirku, tetapi kedua tangannya yang kekar dan kuat itu
masih tetap memeluk pinggang rampingku dengan erat. Aku juga masih terduduk di
pangkuannya. “Kenapa nggak pantas, toh aku sama dengan suamimu, yaitu sama-sama
mencintaimu, ” ujar Mas Roni yang terdengar seperti desahan. Setelah itu Mas Roni
kembali mendaratkan ciuman. Ia menjilati dan menciumi seluruh wajahku, lalu
merembet ke leher dan telingaku. Aku memang pasif dan diam, namun perlahan tapi
pasti nafsu birahi semakin kuat menguasaiku. Harus kuakui, Mas Roni sangat
pandai mengobarkan birahiku. Jilatan demi jilatan lidahnya di leherku benar-
benar telah membuat diriku terbakar dalam kenikmatan. Bahkan dengan suamiku
sekalipun aku belum pernah merasakan rangsangan sehebat ini. Mas Roni sendiri
nampaknya juga mulai terangsang. Aku dapat merasakan napasnya mulai terengah-
engah.
Sementara aku sendiri
semakin tidak kuat untuk menahan erangan. Maka aku pun mendesis- desis untuk
menahan kenikmatan yang mulai membakar kesadaranku. Setelah itu tiba-tiba
tangan Mas Roni yang kekar itu membuka kancing bajuku. Tak ayal lagi, buah
dadaku yang berwarna putih bersih itu terbuka di depan Mas Roni. Secara refleks
aku masih berusaha berontak. “Cukup, Mas jangan sampai ke situ. Aku takut, ”
kataku sambil meronta dari pelukannya. “ Takut dengan siapa Ri, toh nggak ada
yang tahu. Percayalah denganku,” jawab Mas Roni dengan napas yang semakin
memburu. Seperti tidak perduli dengan protesku, Mas Roni yang telah melepas
bajuku, kini ganti sibuk melepas BH-ku. Meskipun aku masih berusaha meronta,
namun itu tidak berguna sama sekali. Sebab tubuh Mas Roni yang besar dan kuat
itu mendekapku sangat erat. Kini, dipelukan Mas Roni, buah dadaku terbuka tanpa
tertutup sehelai kain pun. Aku berusaha menutupi dengan mendekapkan lengan di
dadaku, tetapi dengan cepat tangan Mas Roni memegangi lenganku dan
merentangkannya. Setelah itu Mas Roni mengangkatku dan merebahkannya di tempat
tidur. Tanpa membuang waktu, bibir Mas Roni melumat salah satu buah dadaku,
sementara salah satu tangannya juga langsung meremas- remas buah dadaku yang
lainnya.
Bagai seekor singa
buas ia menjilati dan meremas buah dada yang kenyal dan putih ini. Kini aku
tidak dapat berbuat apa- apa lagi selain megap-megap dan mengerang karena
kenikmatan yang mencengkeram diriku. Aku menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan
karena rasa geli dan nikmat ketika bibir dan lidah Mas Roni menjilat dan
melumat puting susuku. “ Ri, da.. dadamu putih dan in.. indah sekali. A.. aku
makin nggak ta.. tahan.., sayang.., ” kata Mas Roni terputus-putus karena nafsu
birahi yang semakin memuncak. Kemudian Mas Roni juga menciumi perut dan
pusarku. Dengan lidahnya, ia pandai sekali menggelitik buah dada hingga
perutku. Sekali lagi aku hanya mendesis-desis mendapat rangsangan yang
menggelora itu. Kemudian tanpa kuduga, dengan cepat Mas Roni melepaskan celana
dan celana dalamku dalam satu tarikan. Lagi-lagi aku berusaha melawan, tetapi
dengan tubuh besar dan tenaga kuat yang dimiliki Mas Roni, dengan mudah ia
menaklukkan perlawananku. Sekarang tubuhku yang ramping dan berkulit putih ini
benar-benar telanjang total di hadapan Mas Roni. Sungguh, aku belum pernah
sekalipun telanjang di hadapan lelaki lain, kecuali di hadapan suamiku.
Sebelumnya aku juga tidak pernah berpikir melakukan perbuatan seperti ini.
Tetapi kini, Mas Roni berhasil memaksaku, sementara aku seperti pasrah saja
tanpa daya. “Mas, untuk yang satu ini jangan Mas, aku tidak ingin merusak
keutuhan perkawinanku.. !” pintaku sambil meringkuk di atas tempat tidur, untuk
melindungi buah dada dan vaginaku yang kini tanpa penutup. “ Ri.. apa.. kamu..
nggak kasihan padaku sayang.., aku sudah terlanjur terbakar.., aku nggak kuat
lagi, sayang.
Mungkin anda sebagian binggung untuk mencari
lagi dimana dan bagai mana cara nya untuk bergabung dan bermain taruhan bola.
Tidak perlu binggung lagi.kunjungi kami hanya di www.MrSBO.com atau bisa baca di sini ---> cara daftar sbobet bola, untuk taruhan bola , dan Di sini --> cara daftar sbobet casino untuk taruhan casino online.
Ada pun agen Sbobet resmi yang eksis di dunia maya tidak lah semua nya terpercaya, jika anda berselancar di dunia maya dengan bantuan google.co.id sebagai media mencari anda akan menemukan banyak sekali situs-situs yang menyediakan jasa taruhan online SBOBET. Tapi anda harus berhati-hati dalam memilih agen ataruhan online.
Please, aku.. mohon,
” kata Mas Roni masih dengan terbata-bata dan wajah yang memelas. Entah karena
aku tidak tega atau karena aku sendiri juga sudah terbakar birahi, aku diam
saja ketika Mas Roni kembali menggarap tubuhku. Bibir dan salah satu tangannya
menggarap kedua buah dadaku, sementara tangan yang satunya lagi mengusap-usap
paha dan selangkangan kakiku. Mataku benar-benar merem-melek merasakan
kenikmatan itu. Sementara napasku juga semakin terengah-engah. Tiba-tiba saja
Mas Roni beranjak dan dengan cepat melepas semua pakaian yang menempel di
tubuhnya. Kini ia sama denganku telanjang bulat-bulat. Ya ampun, aku tidak
dapat percaya, kini aku telanjang dalam satu kamar dengan lelaki yang bukan
suamiku, ohh. Aku melihat tubuh Mas Roni yang memang atletis, besar dan kekar.
Ia jauh lebih tinggi dan lebih besar dibanding suamiku yang berperawakan
sedang- sedang saja. Tetapi yang membuat dadaku berdegup lebih keras adalah
benda di selangkangan Mas Roni. Benda yang besarnya hampir sama dengan lenganku
itu berwarna coklat tua dan kini tegak mengacung.
Panjangnya kutaksir
tidak kurang dari 22 cm, atau hampir dua kali lipat dibanding milik suamiku,
sementara besarnya sekitar 3 sampai 4 kali lipatnya. Sungguh aku hampir tidak
percaya ada penis sebesar dan sepanjang itu. Perasaanku bercampur baur antara
ngeri, gemas dan penasaran. Kini tubuh telanjang Mas Roni mendekapku. Darahku
seperti terkesiap ketika merasakan dada bidang Mas Roni menempel erat dadaku.
Ada sensasi hebat yang melandaku, ketika dada yang kekar itu merapat dengan
tubuhku. Ohh, baru kali ini kurasakan dekapan lelaki lain selain suamiku. Ia
masih terus menciumi sekujur tubuhku, sementara tangannya juga tidak kenal
lelah meremas-remas buah dadaku yang semakin kenyal. Sekali lagi, sebelumnya
tidak pernah kurasakan sensasi dan rangsangan sedahsyat ini. Aku tersentak
ketika kurasakan ada benda yang masuk dan menggelitik lubang vaginaku. Ternyata
Mas Roni nekat memasukkan jari tangannya ke celah vaginaku. Ia memutar-
mutarkan telunjuknya di dalam lubang vaginaku, sehingga aku benar- benar hampir
tidak kuat lagi menahan kenikmatan yang menderaku. Mendapat serangan yang luar
biasa nikmat itu, secara refleks aku memutar-mutarkan pantatku.
Toh, aku masih
berusaha menolaknya. “Mas, jangan sampai dimasukkan jarinya, cukup di luaran
saja.. !” pintaku. Tetapi lagi-lagi Mas Roni tidak menggubrisku. Ia selanjutnya
menelusupkan kepalanya di selangkanganku, lalu bibir dan lidahnya tanpa henti
melumat habis vaginaku. Aku tergetar hebat mendapat rangsangan ini. Tidak kuat
lagi menahan kenikmatan itu, tanpa sadar tanganku menjambak rambut Mas Roni
yang masih terengah-engah di selangkanganku. Kini aku benar- benar telah
tenggelam dalam birahi. Ketika kenikmatan birahi benar- benar menguasaiku,
dengan tiba-tiba, Mas Roni melepaskanku dan berdiri di tepi tempat tidur. Ia
mengocok- ngocok batang penisnya yang berukuran luar biasa tersebut. “Udah
hampir setengah jam, dari tadi aku terus yang aktif, capek nih. Sekarang ganti
kamu dong Ri yang aktif.. !” kata Mas Roni. “Aku nggak bisa, Mas. Lagian aku
masih takuut.. !” jawabku dengan malu-malu. “ Oke kalau gitu pegang aja iniku,
please, aku mohon, Ri.. !” ujarnya sambil menyodorkan batang penis besar itu ke
hadapanku. Dengan malu-malu kupegang batang yang keras dan berotot itu.
Lagi-lagi dadaku berdebar-debar dan darahku berdesir ketika tanganku mulai
memegang penis Mas Roni. Sejenak aku sempat membayangkan, bagaimana nikmatnya jika
penis yang besar dan keras itu dimasukkan ke lubang vagina perempuan. “Besaran
mana dengan milik suamimu Ri.. ?” goda Mas Roni. Aku tidak menjawab walau dalam
hati aku mengakui, penis Mas Roni jauh lebih besar dan lebih panjang dibanding
milik suamiku.
Mungkin anda sebagian binggung untuk mencari
lagi dimana dan bagai mana cara nya untuk bergabung dan bermain taruhan bola.
Tidak perlu binggung lagi.kunjungi kami hanya di www.MrSBO.com atau bisa baca di sini ---> cara daftar sbobet bola, untuk taruhan bola , dan Di sini --> cara daftar sbobet casino untuk taruhan casino online.
Ada pun agen Sbobet resmi yang eksis di dunia maya tidak lah semua nya terpercaya, jika anda berselancar di dunia maya dengan bantuan google.co.id sebagai media mencari anda akan menemukan banyak sekali situs-situs yang menyediakan jasa taruhan online SBOBET. Tapi anda harus berhati-hati dalam memilih agen ataruhan online.
“ Diapakan nih Mas..?
Sumpah aku nggak bisa apa-apa, ” kataku sambil menggenggam batang penis Mas
Roni. “ Oke, biar gampang, dikocok aja, sayang. Bisakan.. ?” jawab Mas Roni
lembut. Dengan dada berdegup kencang, kukocok perlahan-lahan penis yang besar
milik Mas Roni. Ada sensasi tersendiri ketika aku mulai mengocok buah zakar Mas
Roni yang sangat besar tersebut. Gila, tanganku hampir tidak cukup
menggenggamnya. Aku berharap dengan kukocok penisnya, sperma Mas Roni cepat
muncrat, sehingga ia tidak dapat berbuat lebih jauh terhadap diriku. Mas Roni
yang kini telentang di sampingku memejamkan matanya ketika tanganku mulai
naik-turun mengocok batang zakarnya. Napasnya mendengus-dengus, tanda kalau
nafsunya mulai meningkat lagi. Aku sendiri juga terangsang melihat tubuh tinggi
besar di hadapanku seperti tidak berdaya dikuasai rasa nikmat. Tiba-tiba ia
memutar tubuhnya, sehingga kepalanya kini tepat berada di selangkanganku,
sebaliknya kepalaku juga menghadap tepat di selangkangannya. Mas Roni kembali
melumat lubang kemaluanku. Lidahnya menjilat-jilat tanpa henti di rongga
vaginaku. Sementara aku sendiri masih terus mengocok batang zakar Mas Roni
dengan tanganku. Kini, kami berdua berkelejotan, sementara napas kami juga
semakin memburu.
Eittt..... penasaran cerita selanjutnya silahkan Klik di sini : CERITA SELINGKUH TANTE.



0 comments:
Post a Comment